Dari pada Agan Bosen, Mendingan Baca" disini aja yuk. Ajak temen agan untuk baca disini juga ya.
Rabu, 22 Juni 2016
Kisah Pemuda di London Mendapat Hidayah, Berawal dari Warung Kopi
Pada suatu hari, di majlisnya, Syaikh Utsman al-Khomis ditanya, “Apa saja yang bisa menjadi sebab datangnya hidayah dan istiqomah pada seseorang?”
Syaikh Utsman al-Khomis: “Sebab datangnya hidayah pada seseorang sangat banyak, bisa dari berbagai cara, dan subhanallah, Dia-lah Allah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus, dan setiap orang berbeda-beda dalam mendapatkan hidayah. Kemudian Syaikh menceritakan kisah tentang seorang pemuda Libya yang mendapat hidayah melalui buku saku tentang dzikir dari seorang pemuda Arab Saudi, berawal dari kedai kopi.
Dia adalah seorang pemuda Libya, dia menceritakan kisah bagaimana dirinya mendapatkan hidayah dari Allah.
Dia adalah seorang warga Libya yang pindah dan tinggal di London bersama ibu dan saudarinya, dan dia mengatakan saat itu di rumah kami tidak ada yang shalat, kecuali Ibu. Dia menuturkan: “Saya dan saudarinya tidak shalat, bahkan kami tidak mengerti shalat.
Dia melanjutkan ceritanya, pada suatu hari di kedai kopi aku berkenalan dengan seorang laki-laki dari Arab Saudi dan saat berpisah, dia memberikanku sebuah kitab saku tentang dzikir. Aku merasa pemberiannya ini tidak bermanfaat, saya tidak shalat, apalagi membaca dzikir. Tapi karena merasa malu kalau menolak pemberiannya, aku pun menerima pemberiannya dan meletakkanya di saku. Ketika aku pulang ke rumah, aku keluarkan buku dzikir tadi dari saku lalu kulempar ke bahwa lemari.
Beberapa hari kemudian, pada suatu malam, seperti biasa aku pulang ke rumah lalu menonton televisi, cari channel TV yang menarik, pindah-pindah channel tapi tidak ada yang menarik. Aku buka majalah-majalah juga tidak ada yang menarik, lalu browsing di Internet, juga tidak ada yang menarik. Lalu kututup pintu kamar dan tirai jendela dan bersiap untuk tidur. Aku membolak-balikkan badan di kasur namun belum bisa tidur.
Tiba-tiba aku teringat buku saku tentang dzikir yang diberikan orang Arab Saudi beberapa hari yang lalu, dan aku keluarkan buku dzikir itu dari kolong lemari dengan susah payah.
Aku pun membaca buku tersebut, isinya tentang dzikir dan faidahnya, barang siapa membaca ini, maka ganjarannya begini, barang siapa mengamalkan itu, maka ganjarannya begitu dst. Maka pada saat itu aku merasakan diriku berputus-asa dari rahmat Allah karena banyaknya dosa-dosa yang telah aku lakukan, tidak shalat, tidak ibadah, tidak begini dan begitu dan sudah aku pasrahkan kalau diriku ditakdirkan menjadi penghuni neraka.
Maka ketika aku baca buku tersebut, ternyata amat mudah ampunan Allah untuk diraih, sendainya bersungguh-sungguh untuk bertaubat, dan buku ini benar-benar berkesan, sampai-sampai tidak terasa sudah masuk waktu Subuh.
Saat itu ibuku sudah bersiap untuk shalat Subuh, lalu aku mendatangi ibuku dan mengatakan kepadanya: “Ibu, aku ingin shalat”. Ibuku berkata: “Kalau gitu mandi dulu.” Maka akupun mandi setelah itu melaksanakan shalat Subuh, dan (istiqomah) terus mendirikan shalat sampai sekarang.
Dan sekarang orang ini menjadi seorang da`i yang terkenal di London, mendakwahkan Islam di jalan-jalan, dan mengajak banyak orang kepada jalan Islam dan banyak yang menjadi pemeluk Islam melalui dakwahnya.
Pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini antara lain
Jangan remehkan hadiah sekecil apapun.
Jangan memvonis seseorang sudah tertutup darinya hidayah.
Biasakanlah memberi hadiah-hadiah yang bermanfaat kepada orang-orang untuk melembutkan hati mereka menerima dakwah.
Seseorang dengan profesinya masing-masing bisa memberikan hadiah. Seorang dosen bisa memberikan buku-buku bermanfaat kepada mahasiswanya karena nilai ujiannya yang baik atau lain sebagainya. Seorang pengusaha bisa memberikan hadiah kepada relasinya saat di awal jumpa. Seorang teman memberikan hadiah kepada temannya. Dll.
Mungkin akan datang suatu hari, Allah bukakan kebaikan bagi mereka yang diberi hadiah tersebut.
Berdakwah bisa dilakukan dimana saja, sampai berjumpa dengan seseorang di sebuah warung kopi pun adalah kesempatan untuk berdakwah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar